. 10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020 - Metaltailaco Profesional Blogger Template -->

10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020

10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020 - Hallo sahabat Metaltailaco Profesional Blogger Template, Pada Artikel yang anda baca ini dengan judul 10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kata kata Ucapan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. Selamat membaca.

Judul : 10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020
link : 10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020

Baca juga


10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020

Kartini adalah seorang wanita yang melopori kebangkitan Perempuan Pribumi. Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara mempunyai nama lengkap Raden Adjeng Kartini. Pada era itu dia diketahui selaku Raden Ayu Kartini yakni seorang Tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional yang meninggal dunia pada tgl 17 September 1904.


Peringatan hari Kartini ditetapkan setiap tanggal 21 April dan kita mampu lihat berbagai pentasyang di tampilkan setiap sekolah. Di tingkat Taman Kanak-kanak, SD, Sekolah Menengah Pertama sampai dengan Sekolah Menengan Atas para anak wanita didandani layaknya seorang kartini. Mereka berpakai seorang wanita tulen dan pastinya juga ada beberapa perlombaan membaca Puisi.

Pembuatan puisi dalam perlombaan di sekolah, dikampus (Universitas) ataupun di masyarakat ada yang menciptakan sendiri dan ada juga yang menggunakan hasil karya cipta orang lain. Pada artikel ini ada sekitar 10 Puisi ihwal Peringatan hari Kartini yang menjamah hati. Sobat sekalian boleh mengambilnya beberapa kalimat kalau binggung merangkainya.

10 Puisi perihal hari Kartini Terbaik dan Terbaru 2020

1. PUTRI BANGSA

Jiwa - jiwa yang dimuliakan Tuhan
Sosok putri yang lahir dari suatu pandangan
Menentang budpekerti untuk pertumbuhan
Engkaulah Putri bangsa

Ibu kita Kartini
Ibu yang membesarkan keseteraan
Ibu yang memperjuangkan derajat kesamaan
Tak mau di pandang lemah
Ibu kita mengharapkan kemandirian

Ibu Kita kartini
Ibu yang bijak menata kehidupan
Menjalani era dengan cita dan keinginan
Agar Putri bangsa tak sekedar penghias
Tak sekedar pemandangan
Namun juga,
Pejuang pergantian bangsa

2. PUISI HARI KARTINI

21 April 1964,
Engkau lahir menatap dunia
Menjadi perempuan nan ayu
Keindahan diantara parasmu
Tetap menjadikanmu luas berpengetahuan

Akal budimu menjelajah dunia
Membawa dunia di tangan hawa
Agar sejajar diantara kaum adam

Hari kartini,
Hari lahirmu,
Hari dimana Tuhan mengutusmu
Untuk perempuang yang terkungkung
Terkekang oleh jiwa jiwa yang terpenjara

Wahai Kartini
Selamat ulang tahun
Disana saksikanlah kami para wanita
Tak tinggal berpangku tangan
Kamipun bisa,
Menjadi tunas bangsa pujian agama

3. PUISI RA KARTINI

Namamu awet di tangan era
Atas jasa dan impian serta asa
Membawa kaum hawa pada kemerdekaan
Itulah engkau wahai sang putri bangsa

Tak peduli jiwa yang rapuh
Tetap mengayuh tanpa mengaduh
Hingga hasratmenjadi cita
Agar Perempuang tetap menjadi insan

Qodrat tetaplah kodrat
Namun jiwa tak bisa dikekang
Begitulah cinta di balik karya tuhan
Takan berhenti maju meski terus berperang

Kau ialah hero bangsa
Yang yakin pada kekuatan Tuhan
Habis Gelap Terbitlah Terang
Takan karam sebuah impian

Jasamu indah tertulis dengan tinta emas sang sejarah
Namamu dikenang setiap insan nusantara

4. BAGIMU SRIKANDI

Tanah jawa sang tanah para pujangga
Tak lekang mengais kata
Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita
Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

Tabir keayuan menghiasi muka
Menghela cinta di balik pasrah
Perempuan kamu jadikan anugerah
Bukan selaku alat segala nafsu

Wahai Srikandi,
Kau berjuang dari balik keayuan
Menuang keanggunan diantara harapan
Untuk keleluasaan, untuk keseteraan

5. PEJUANG PERUBAHAN BANGSA

Ibu yang bijak menata kehidupan
Menjalani kala dengan cita dan cita-cita
Agar Putri bangsa tak sekedar penghias
Tak sekedar pemandangan

Pejuang perubahan bangsa
Pejuang dari kaum hawa
yang terus memperjuangkan martabat kaum hawa
dengan segala ilmu pengetahuan

kamu genggam ilmu itu
kamu sebarkan untuk perempuan lain
biar terus berkarya
dan membela bangsa ini

6. EMANSIPASI WANITA INDONESIA

Raden Ajeng Kartini
Kau lahir pada kala penjajahan
tumbuh menjadi sosok perempuan yang bagus
berwajah nan bagus dan bakir kecerdikan yang baik

Akal budimu menjelajah dunia
Membawa dunia di tangan hawa
Agar sejajar diantara kaum adam
Kau perjuangkan martabat kaum hawa

Untuk perempuang yang terkungkung
Terkekang oleh jiwa jiwa yang terpenjara
Kau bebaskan mereka dengan pengetahuanmu
Kau bela senantiasa kaum hawa

7. BAGIMU SRIKANDI

Tanah jawa sang tanah para pujangga
Tak lekang mengais kata
Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita
Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

Tabir kecantikan menghiasi tampang
Menghela cinta di balik pasrah
Perempuan kamu jadikan anugerah
Bukan sebagai alat segala nafsu

Wahai Srikandi,
Kau berjuang dari balik keelokan
Menuang keanggunan diantara keinginan
Untuk keleluasaan, untuk keseteraan

Namamu abadi di tangan periode
Atas jasa dan cita-cita serta asa
Membawa kaum hawa pada kemerdekaan
Itulah engkau wahai sang putri bangsa

Tak peduli jiwa yang ringkih
Tetap mengayuh tanpa mengaduh
Hingga kehendak menjadi cita
Agar Perempuang tetap menjadi manusia

Qodrat tetaplah kodrat
Namun jiwa tak bisa dikekang
Begitulah cinta di balik karya yang kuasa
Takan berhenti maju meski terus berperang

Kau yakni satria bangsa
Yang percaya pada kekuatan Tuhan
Habis Gelap Terbitlah Terang
Takan tenggelam suatu cita-cita

Jasamu indah tertulis dengan tinta emas sang sejarah
Namamu diingat setiap manusia nusantara

8. PUTRI KSATRIA
Oleh: Pauline Angelina

Hujan tiada berhenti
Kabut perlahan menyelimuti
Adat dan budaya berpilih kasih
Hak perempuan pun dibatasi

Tangis membanjir di pipi
Tak ada satu pun peduli
Sekalipun rintihan bertubi-tubi
Para insan berpura-pura tuli

Perempuan dikekang
Perempuan dilarang
Perempuan terbuang
Perempuan kurang pandai

Lemah tak berdaya
Melawan pun tak kuasa
Hanya mampu berpasrah
Menerima siksaan jiwa

Dan semua itu sekarang sirna
Berkat sang putri ksatria
Wahai Kartini yang mulia
Jasamu sungguh tiada tara

Perempuan bebas
Perempuan lepas
Perempuan setara
Perempuan merdeka

Tak ada lagi luka
Tak ada lagi murung
Semua telah sirna
Berkat sang putri ksatria

Inilah hasil usaha
Jerih payah dalam pergolakan
Wahai Kartini yang diagungkan
Kau putri ksatria pujaan perempuan

Perjuangan Ibu R. A. Kartini
Demi bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Jiwa dan raga Mu
Demi masyarakatbangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Harta dan benda Mu
Nama Mu Takkan mungkin
Dapat terlalaikan sebab
Engkau bunga bangsa Indonesia
Belum sempat engkau mencicipi
Kemerdekaan engkau sudah
Gugur selaku satria Indonesia
Ibu R. A. Kartini engkau lah yang
Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia
Jasa Mu tak akan mungkin di lupakan
Oleh masyarakatIndonesia

9. KARTINIKU PAHLAWANKU
by : Rifky Nur Ahdini

Tak henti – hentinya saya mengucap syukur karena telah mempunyai sosok ibu sepertimu
Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku kedunia ini
Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan
Dan rela menyitakan waktumu cuma untuk membesarkan dan mendidikku

Ibu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi
Kepedulianmu senantiasa di hati
Kau pelipur lara yang kan baka
Jiwaku hilang jikalau tanpamu
Baktiku hanya untukmu
Ketulusan hatiku kan ku kerjakan cuma untuk membuatmu tersenyum
Meski lakuku selalu membuatmu sedih
Namun kamu selalu mendoakan ku dalam setiap doa yang kau panjatkan
Kasih sayangmu tak kan mampu di bayar dengan uang
Kehadiranmu tak kan mampu di gantikan
Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupku

Ibu.. kau selalu mengajarkan kebaikan untukku
Kau selalu mengingatkan ku kalau ku berlaku dan berucap salah
Belaian kasihmu mampu mendamaikan hatiku
Terima kasih atas semua yang telah kamu berikan pada malaikat kecilmu ini

Selamat hari ibu
Semoga Tuhan senantiasa menjaga ibu

10. PERJUANGAN IBU KARTINI
Karya : Bunda Nuni

Dulu ibu kartini sama mirip perempuan lain
Terkekang, terikat, mempunyai derajat rendah
Seperti dalam jeruji besi dengan keterpurukan itu
Ibu kartini berusaha mengubah derajat perempuan lebih baik

Kau buat perempuan sejajar derajatnya
Kau buat perempuan bebas menyuarakan pendapat
Berkat ibu kartini perempuan bebas melakukan pekerjaan ,
Bebas menginspirasikan pendapat

Perjuangan dirimu
Memang tak tidak berguna
Sekarang wanita telah sama derajatnya mirip pria
Sekarang wanita dihargai dan dipuji
Terima kasih ibu kartini
Terima kasih atas usaha dirimu
Sekarang wanita merdeka!

Baca Juga :

Pencarian Puisi Kartini :
  • Puisi Kartini menangis
  • Puisi Kartini indah
  • Puisi kartini 2020
  • Puisi karya ra kartini
  • Puisi usaha raden ajeng kartini
  • Puisi ibu kartini 2020
  • Puisi kartini karya chairil anwar
  • Puisi ra kartini untuk anak sd

Itulah beberapa pola PUISI untuk memperingati hari Kartini yang saya kutip dari situs duniapuisi.com dan elruth.com. Semoga para Wanita di Indonesia menjadi Kartini yang berpengaruh bukan cuma di tahun 2019 saja namun tahun 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025 hingga seterusnya.  Bukan hanya Puisi yang duka dan menangis saja tetapi aneka macam macam Puisi yang menguatkan.


Demikianlah Artikel 10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020

Sekian tutorial 10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020 Mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya. Dan jangan lupa share tutorial ini agar semakin berguna bagi orang banyak

Anda sekarang membaca artikel 10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020 dengan alamat link https://www.metaltailaco.my.id/2021/08/10-puisi-wacana-hari-kartini-terbaik.html
logo
Smart Blogging - Blogger Gila Yang Suka Berbagi.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Twitter
  • Youtube
  • Subscribe Our Newsletter

    Related Posts

    Buka Komentar
    Tutup Komentar

    0 Response to "10 Puisi Wacana Hari Kartini Terbaik Dan Terbaru 2020"

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel